Angka Divisit Morotai Ratusan Milyar

0

MOROTAI, Rakyatkini.com- Pengelolaan anggaran semasa kepimpinan Bupati, Benny Laos terkesan abduradul. Bagaimana tidak, APBD tahun 2019 diduga mengalami devisit sebesar Rp 105 miliar. Terjadinya angka divisit yang nilai cukup fantastik ini disinyalir adanya dugaan sistem pengelolaan beranggaran tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Angka divisit ratusan juta rupiah ini terlihat, dimana Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) milik ribuan ASN dua bulan terakhir belum terbayarkan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad M. Kharie saat dikonfirmasi membantah terjadinya angka divisit sebesar itu. “Memang terjadi divisit, tapi angka tidak sebesar itu, “katanya.

Mantan Kadis Perhubungan ini menjelaskan, bahwa terjadinya angka divisit karena pendapatan daerah yang mandek salah satunya adalah dana hibah dari Pemprov Malut yang hingga kini belum diserahkan.

“Itu menyangkut dengan pendapatan, jadi tahun lalu itu provinsi menjanjikan dana hibah Rp 30 Miliar dan Rp 50 Miliar, total Rp 80 Miliar, ditambah PAD yang tidak capai target kurang lebih Rp 20 Miliar, dan totalnya Rp 100 miliar, tapi itu kan di APBD-Perubahan jadi sudah disesuaikan, dan sekarang sudah bersih, bahkan masuk 2020 sudah 0 persen. Dan sebetulnya devisit kan bukan dosa, selama masih dalam ambang batas kewajaran,”akunya.

Kata Sekda, tidak mengetahui pasti alasan yang mendasar sehingga pihak Pemprov Malut belum diserahkan anggaran yang tertunggak tersebut.

“Harusnya dibayar, tetapi dasar hukum kita untuk menagih itu juga agak susah, makanya kita mengalah saja. Provinsi ini kan punya apa di Morotai kan kurang, dan bukan hanya itu hampir di semua aspek kurang juga. Jadi saya pesimis kalau mereka masih kasih,”terangnya. (gk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.