Hujan Disertai Banjir, Desa Losuo dan Spi Majiko Terendam Banjir

0

MOROTAI, Rakyatkini.com -Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pulau Morotai sejak, Senin sore (6/2) hingga saat ini mengakibatkan ratusan rumah di Desa Losuo Kecamatan Morotai Utara (Morut) dan Desa Sopi Majiko Kecamatan Morotai Jaya (Morja) terendam banjir.

Dari data yang dihimpun, sekitar 18 rumah di Desa Sopi Majiko, Kecamatan Morja terkena banjir, sementara 10 KK warga Desa Lifau mengungsi di Desa Buho Buho. Namun 10 KK ini dikabarkan sudah balik ke rumah masing-masing, karena airnya sudah surut.

Untuk Desa Losuo, dimana Desa tersebut sampai saat ini masih tergenang dengan air hujan setinggi 1 meter lebih. Ini disebabkan karena dibet air tak hanya dari air hujan, tapi kedua sungai menguap dan masuk ke Desa tersebut.

Pj Kepala Kades Losuo Jalaludin Ode Goa, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Iya benar dari kemerin sehingga Desa kami tergenang air, dan air ini dari kedua kali yang menguap, ini terjadi karena tidak ada Talut penahanan air, sehingga begitu hujan air langsung masuk di kampung, dan banjir kali lebih tinggi dari tahun kemarin, karena tahun kemarin itu hanya 1 meter tetapi tahun ini 1 meter lebih,”kata Jalaludin melalui handpone, Selasa (7/1).

Ditanya apakah ada korban jiwa, dirinya mengaku tidak ada korban, tapi hampir semua barang-barang milik warga terkena air akibat dari genangan air banjir.

“Tapi saat ini air sudah mulai surut, kkami berharap Pemda segera melakukan pembangunan Talut, agar bagitu hujan deras air kali tidak menguap lagi seperti yang terjadi saat ini, “harap Jalaludin.

Sementara, Camat Morja Fahrudin Banyo ketika dikonfirmasi mengatakan, sebanyak 18 rumah satu Desa diwilayahnya yaitu Desa Sopi Majiko terkena banjir.”Ini akibat dari menguapnya air kali, karena tidak talut penahanan, Tapi sukur Alhamdulillah hari ini air sudah mulai surut,”ucap Fahrudin.

Dengan adanya kejadian ini, pihaknya langsung melaporkan ke Bupati Benny Laos dan Badan Panangulangan Bencana Daerah (BPBD) Morotai, untuk turun ke lokasi agar dapat melihat kondisi langsung.

Kepala Bidan (Kabid) Kedaduratan dan Logositik Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai, Kusnadi Funae metuturkan hanya meninjau di Desa Tawakali dan Sakita, karena jalan suda di penuhi banjir sehingga tidak bisa di lewati. “Sekitar 10 KK warga Desa Lifau ke Desa Buho Buho, tapi mereka sudah pulang karena airnya sudah surut, “cetus Kusnadi.

“Tadi di Desa Tawakali dan Sakita tinggi air itu sekitar 2 meter, sampai saat ini belum ada bantuan, tapi tim kami melakukan kaji cepat dulu kemudian di laporkan ke bupati kemudian pak bupati mengambil langkah-langkah barulah di berikan bantuan, “terang kusnadi. (gk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.