Kantor Baru Wujud Membangun Kebersamaan

0

TOBELO, Rakyatkini.com – Setelah melalui proses pembangan yang menelan waktu kurang lebih empat tahun lamanya, kantor Badan Pengurus Harian Sinode (BPHS) Gereja Masehi Injil di Halmahera (GMIH) akhirnya tuntas.

Bangunan megah yang berdiri di lokasi awal kantor BPHS GMIH itu kini sudah bisa dipakai setelah diresmikan Gubernur Abdul Ghani kasuba (AGK) kemarin.

Ketua panitia persemian kantor BPHS GMIH, Danny Missy menyebutkan, persemian kantor BPHS yang baru ini butuh persiapan selama kurang lebih satu pekan dengan berhasil mengumpulkan anggaran sebesar Rp 107 juta.

Bupati Danny saat mendampingi Gubernur Abdul Ghani Kasuba menandatangani prasasti peresmian kantor BPHS di Halut.

Anggaran itu bersumber dari bantuan Pemkab Halbar dan Halut, serta dari seluruh jemaat se wilayah pelayanan GMIH, dan persepuluhan PO Sinode serta partisipasi panitia penresmian.

“Dari 28 hari waktu kerja Panitia, anggaran peresmian yang dirancang kurang lebih sebesar Rp. 328 juta,  namun yang terkumpul sebesar Rp. 107 juta. Walaupun kebutuhn dana sangat jauh dari harapan panitia,  tetapi atas anugerah tuhan acara pengresmian gedung Sinode dapat terlaksana dengan sukses,” terang Bupati Halbar ini yang diangkat sebagai ketua panitia berdasarkan keputusan Sinode BPHS dengan SK BPHS nomor: 1636/A-2/KPTS/XXVIII/2019, tertanggal 12 Maret 2019.

Dengan diresmikannya kantor Sinode ini, menunjukn bahwa tuhan tidak meninggalkan umatnya yang melakukn pekerjaan untuk memuliakan namanya.

“Diresmikan gedung kantor Sinode ini,  sebagai wujud membangun kebersamaan di dalam GMIH,  dengan Pomalilia,  fFamasingado, Nhoje Dangodu ria de nobgoru,  atau ngone moi moi dadalah maloha. Artinya kita samua bersaudara” katanya.

Lanjut Politisi PDI-P Halbar itu,  gedung ini berdasarkan mandat Sinode,  untuk mengatur pelayaan kepada jemaat untuk kepentingan kebutuhan pelayaan. Di gedung ini pulahlah nilai nilai perekat,  lilyan dan fongado yakni keadilan, kasih, kepedulian, kebenaran dan ketulusan di implementasikan dalam kehiduoan berpelayanan untuk menciptakn harmonisasi dalam kebersamaan,  “Semua ini dalam motto GMIH. Sehati,  sepikir dan segerakan” ujaranya.

Ketua Panitia Pelaksanaan Pembangunan kantor BPHS GMIH Frans Maneri mengatakan dasar pembangunan kantor BPHS GMIH adalah keputusan sidang majelis sinode III di Daruba, Morotai.

“Pembangunan itu dengan maksud seiring dengan pelayanan semakin meningkat dan membutuhkan sejumlah personil yang bekerja untuk menopang aktivitas kepada warga jemaat/gereja maka sangat diperlukan ruang atau tempat yang memadai yang dapat memberikan kesejukan serta kenyamanan pada saat melaksanakantugas keseharian BPHS,” terang Frans.

Pembangunan kantor Sinode GMIH yang dimulai 19 April 2015 itu kata Frans rencananya berlangsung selama 3 tahun. Namun seiring berjalannya waktu dan sedikit perbaikan konstruksi bangunan membuat proses pembangunan genap selesai dalam waktu 4 tahun  6 bulan

Sementara, sumber anggaran sendiri meliputi tanggung jawab dari kurang lebih 454 jemaat yang tersebar di seluruh Malut. Sumbangan orang perorangan dan hibah dari Pemkab Halut selama 3 tahun berturut-turut.

“Jumlah sumbangan per orang Rp 902.225.000, sumbangan jemaat yang ada d Halut sebesar Rp 2.130.000.000, dan hibah dari Pemkab Halut sebesar Rp 6.1 Miliar,” beber Frans.

Sementara AGK mengatakan di dalam GMIH ada perbedaan organisasi namun dirinya menginginkan kita adalah satu. Dan lambang umat Nasrani yakni Salib,  di dalam Salib tersebut terdapat cinta dan kasih sayang.

“Saya ingatkan, meski kita berbeda namun kita tetap satu yang terhimpun di maluku utara,” tutur Gibernur.

AGK  juga berharap,  di Malut meski ada berbagai suku agama dan ras (SARA),  tentu sebagai umat demi menjaga kerukunan antara umat beragama, dituntut saling menyayangi  meski beda agama  demi Malut yang kasih dan damai. (red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.