Proyek CV Tiga Putra Gamalama Kembali Bermasalah

0

MOROTAI,Rakyatkini.com – CV Tiga Putra Gamalama milik Faruk Abdullah tidak hanya bermasalah di proyek pekuburan di Desa Sangowo, Kecamatan Morotai Timur (Mortim). Tapi juga bermasalah proyek lainnya yakni, proyek sentra kuliner di Desa Darame, Kecamatan Morsel.

Hal ini dapat terlihat, proyek sentra kuliner tahap II yang melekat di Dinas PU dan dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 senilai Rp 500 juta itu atapnya ambruk diterjang angin. Padahal, proyek tersebut baru selesai dikerjakan.

Amatan wartawan media ini, Jumat (19/10) atapnya yang menggunakan rangka baja ringan beserta seluruh atap seng yang panjangnya sekitar 30 meter itu seluruhnya jatuh ke tanah, penyebab adalah rangka dan atap seng tidak dikonekkan dengan besi cor dari tiang bangunan dan  hanya di letakkan diatas ring balok. Akibatnya, ketika angin bertiup, rangka baja dan seng langsung jatuh ke belakang.

“Angin sebenarnya tidak terlalu kuat, tapi mungkin rangka baja ringan dan sengnya asal dipasang, sehingga ditiup angin langsung jatuh semua ke belakang tembok, beruntung tidak ada korban jiwa.”ucap salah satu saksi mata di sentra kuliner.

Sementara itu, Sekretaris PU Pulau Morotai Ramlan Drakel membenarkan, bahwa tersebut di pegang oleh proyek CV Tiga Putra Gamalama.

“Mungkin klem (perekat besi) tidak diikat ke baja, klo klem kuat pasti tidak mungkin dibawa angin, “timpalnya.

Menurutnya, pihak kontraktor harus bertanggungjawab dengan solusi melakukan perbaikan atas kerusakan tersebut. Sebab, proyek itu baru selesai dikerjakan dan masih dalam tanggungjawab pihak kontraktor.

“Memang sudah 100 persen pekerjaanya, tapi belum penyerahan jadi masih kewajiban kontraktor untuk perbaiki.”tambahnya

Berdasarkan pantauan koran ini juga, setelah empat hari dari kejadian yakni di hari Jumat, maka, pada senin siang baru dilakukan perbaikan kembali oleh sejumlah pekerja di lokasi centra kuliner.(gk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.