Anita Minta Perhatian Dari Pusat Terkait Ganti Rugi Lahan Bermasalah

DAERAH, HEADLINE375 Dilihat

Pekanbaru – Persoalan ganti rugi tanah milik Anita kian hari belum ada titik terang, meski Daftar Pencairan Anggaran nya sudah ada, namun tetap saja tak berkesudahan.

Kali ini, Anita dalam keterangan videonya meluapkan semua isi hati untuk dapat didengar oleh penguasa agar memberikan keadilan untuknya.

Disampaikan Anita, dirinya sangat kecewa dengan proses pergantian rugi atas tanah miliknya yang diduga semrawut dan berbelit. Ia merasa begitu sedih atas kinerja Dinas Pertanahan Kota Pekanbaru, lantaran dananya tertunda cair sampai sekarang.

“Ada tiga bidang lahan yang ikut dalam daftar ganti rugi tanah untuk pembangunan waduk oleh Pemerintah Kota Pekanbaru”, ucap Anita di rumahnya, Rabu (22/9/22).

Selanjutnya, sebagai salah satu tokoh wanita di Kota Pekanbaru, Anita sangat menyayangkan sekali akan proses pencairan ganti rugi lahan miliknya yang tak ada titik terangnya hingga kini.

Padahal, satu bidang tanah diantaranya sudah dibayarkan, namun dua bidang lagi yang dananya sudah dikondisikan di BPKAD Kota Pekanbaru masih saja tidak kunjung cair, terang Anita.

“Sebelumnya urusan dengan Pemko Pekanbaru serba lancar saja, tetapi kok sekarang malah terbilang sulit dan ribet. Saya curiga apakah ada orang dalam yang mencoba menghalangi proses pencairan tersebut?”, ujarnya.

Bahkan lucunya, kata Anita menyebutkan dirinya dibuat pusing ngurusin ulang proses pencairan tersebut ke bawah.

“Masak iya, ganti rugi lahan begitu sulit, padahal terbilang sudah diujung selesai loh. Sedangkan Surat Perintah Membayar (SPM) berikut danapun sudah ada di BPKAD Kota Pekanbaru, lalu apalagi coba? Malah saya disuruh ngurus sendiri, pemerintah ini mau berikan hak saya atau memang menyengsarakan rakyat?,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih menelusuri instansi terkait permasalahan ganti rugi tanah milik Anita yang belum selesai.

Awan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *