Awasi Illegal Logging di Halmahera Selatan, Bupati Usman Bakal Bentuk Satgas

HEADLINE553 Dilihat
BACAN, Rakyatkini.com – Maraknya pembalakan liar hutan di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan atau illegal logging membuat Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bertindak dengan membentuk tim satgas untuk melakukan pengawasan di seluruh wilayah Halmahera Selatan.
Bupati Halmahera Selatan H Usman Sidik mengatakan dirinya akan segera membentuk satgan tugas untuk melakukan pengawasan terhadap maraknya pembalakan liar atau ilegal logging di Kabupaten tersebut. “Secepatnya saya bentuk Satgas Mafia Ilegal Logging untuk turun semua wilayah karena bisa dipastikan terjadi banjir dimana-mana itu akibat ilegal loging yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” tegas Bupati Usman Sidik
Mantan wartawan senior ini mengatakan, beberapa waktu lalu dirinya atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan secara tegas juga telah menolak kehadiran sejumlah Perusahaan kayu yang mau berinvestasi di Kabupaten Halmahera Selatan. Namun, kewenangan memberikan izin adalah Pemerintah Provinsi maka Kabupaten harus melakukan pengawasan secara ketat karena hasil kayu diambil di wilayah Kabupaten. “Meski kita tolak tetapi kewenangan memberikan izin adalah Pemerintah Provinsi, dan ketikan terjadi pengelolaan kayu dengan semena-mena karena dalil memiliki izin maka kewenangan mencegah dan mengawasi adalah Kabupaten Halmahera Selatan dengan cara membentuk satuan tugas (Satgas),” tutur Usman.
Masih menurut Bupati Usman, dasar pembentukan Satgas jelas merujuk pada Pasal 83 Ayat 1 Huruf b, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Kemudian, Pasal 21 UU No 13 tahun 2013, Setiap orang dilarang memanfaatkan kayu hasil pembalakan liar dan/atau penggunaan kawasan hutan secara tidak sah yang berasal dari hutan konservasi, tetapi masih saja ada praktek ilegal logging. “Semua ketentuan diatas memiliki efek jera karena ada ancaman pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda maksimum Rp 100 miliar,” pungkas mantan Kontributor RCTI Maluku Utara tersebut. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *