Dokumen Izin 16 Ton Sianida Lengkap, Kapolres Halsel : Tidak Ada Anggota Polri Back Up, Proses Penyelidikan Terus Diakukan

HEADLINE361 Dilihat
HALSEL, RAKYATKINI.COM – Polemik seputar 16 ton Sianida yang ditemukan didalam kontener pelabuhan Babang nampaknya menjadi perhatian serius dari Polres Halmahera Selatan, buktinya Polres langsung berkoordinasi dengan Dinas Perindagkop dan dinas Perizinan Halmahera Selatan serta pihak KPPP Babang dan menggelar konferensi pers.
Dalam konferensi pers yang dilakukan di areal pelabuhan Babang tersebut pada Jumat (29/12) dihadiri langsung oleh Kapolres Halsel AKBP Aditia Kurniawan dan didampingi oleh Kasat Reskrim Iptu Ray Sobar, nampak juga Kabid Perindagkop Karmila dan Kabid Perizinan Umar Abusama serta kepala KPPP Pelabuhan Babang, Kapolres dalam keterangannya mengatakan setelah diamankan Sianida atau bahan berbahaya ini dikonteiner di pelabuhan Babang pada 26 Desember 2023 hingga saat ini belum ada pembongkaran karena proses pembongkaran harus ada semua pihak terkait karena sianida tergolong bahan berbaha dan harus ada tempat penampungannya “hingga saat ini belum ada pembongkaran dari dalam kontener, barang bukti ini masih utuh tidak ada yang kurang, jika ada informasi bahwa petugas sudah membongkar dan kurang itu adalah informasi bohong,” paparnya.
Aditia Kurniawan juga lantas menjelaskan, pihak Polres Halmahera Selatan setelah melakukan penyelidikan terhadap legalitas keberadaan Sianida tersebut, semua dokumen mulai dari pengiriman dan hingga dokumen izin penampungan juga diperiksa dan itu semua lengkap “semua dokumennya lengkap jadi proses pengiriman sampai di pelabuhan Babang ini legal,” katanya. Yang diiyakan oleh pihak Perindagkop dan Perizinan karena izin usaha gudang di desa Anggai juga memiliki izin.
Kapolres Halsel juga membantah keras jika informasi yang beredar bahwa ada oknum anggota kepolisian yang memback up keberadaan Sianida yang ada di pelabuhan Babang, dan berdasarkan manifest yang tercatat barang berbahaya tersebut akan dibawa ke Obi tujuan jelasnya adalah desa Angggai “saya tegaskan tidak ada anggota Polri yang memback Up keberadaan Sianida tersebut jadi informasi soal anggota back up itu bohong,” tegasnya.
Masih menurut Aditia Kurniawan, meskipun keberadaan Sianida tersebut lengkap dokumennya namun pihak Polres Halmahera Selatan masih melakukan penyelidikan dan tetap meminta klarifikasi terhadap pemilik barang atas nama Nikolas karena Sianida tergolong barang berbahaya “pemilik barang masih berada di luar negeri untuk berlibur natal dan tahun Baru namun tetap akan dipanggil lagi setelah tahun baru untuk dimintai klarifikasi jadi bahan sianida tersebut akan tetap dipolis line dan berada di kontener,, nanti dilihat apakah masuk dalam unsur pidana atau seperti apa,” pungkasnya. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *