DPRD Dukung Sikap Bupati Usman Bongkar Sindikat Kejahatan Perbankan di BPRS Saruma

HEADLINE773 Dilihat
HALSEL, RAKYATKINI.COM – Dugaan sindikat Kejahatan Perbankan yang terjadi di Bank Saruma milik Halmahera Selatan pada PT Pembiayaan Rakyat Rakyat Syariah (BPRS) dibongkar langsung oleh Bupati Halmahera Selatan H Usman Sidik. Langkah bupati H Usman Sidik ini didukung oleh DPRD Halmahera Selatan.
Melalui ketua komisi II DPRD Halmahera Selatan Gufran Mahmud mengatakan, sebagai lembaga wakil rakyat mendukung apa yang bongkar oleh Bupati H Usman Sidik atas kejahatan yang terjadi di bank Saruma “uang yang diinvestasikan ke bank Saruma oleh pemkab Halsel adalah uang rakyat, jika kejahatan perbankan yang terjadi bank Saruma yang dibongkar oleh Bupati sebagai ketua komisi II mendukung penuh, karena itu adalah kejahatan,” katanya.
Politisi partai Golkar Kabupaten Halmahera Selatan ini juga lantas mengatakan, pekan depan DPRD juga akan memanggil pihak BPRS bank Saruma terkait dengan masalah tersebut, “DPRD akan panggil pihak direksi bank Saruma karena ada investasi daerah ke bank Saruma jadi nanti DPRD juga pertanyakan itu,” sebut Gufran.

Data yang diperoleh dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun anggaran 2021 disebutkan, Investasi Parmanen Pemkab Halmahera Selatan ke Bank Saruma sampai dengan tahun 2015 nilai investasinya mencapai senilai Rp 4 miliar, ditahun 2016 Pemkab kembali gelontorkan investasi ke Bank Saruma senilai Rp 4,5 miliar, ditahun 2017 Pemkab kembali serahkan investasi senilai Rp 1,5 miliar, untuk 2018 tidak ada investasi, namun ditahun 2019 Pemkab kembali berinvestasi senilai Rp 2 miliar dan ditahun 2020 Pemkab Halsel kembali menguras APBD senilai Rp 4 miliar diinvestasikan ke bank Saruma dan ditahun 2021 investasi Pemkab Halsel senilai Rp 2,2 miliar 50 juta.
Dalam laporan hasil BPK tersebut nampak jelas terjadi kerugian Negara hingga miliaran rupiah, buktinya hingga tahun 2021 total investasi Parmanen Pemkab Halmahera Selatan ke bank Saruma ini senilai Rp 18,2 miliar 50 juta dan namun ditahun 2023 Pemkab Halsel kembali berinvestasi ke bank Saruma senilai Rp 1,7 miliar.
Sebelumnya, Bupati Halmahera Selatan H Usman Sidik kepada awak media mengatakan, pengelolaan investasi Pemkab Halmahera Selatan ke Bank Saruma ini terjadi kerugian keuangan daerah hingga miliaran rupiah karena ulah oknum oknum termasuk dua direksi “saya berhentikan para direksi BPRS, sebab ada dugaan kejahatan luar biasa yang dilakukan direksi yang dalam temuan kita keuangan daerah sudah dirugikan kurang lebih Rp 15 miliar,” kata H Usman Sidik.
Bupati yang juga pemegang saham utama bank Saruma ini mengatakan, kejahatan ini bagian dari konspirasi yang dilakukan oleh direksi dan salah satu oknum debitur dimana oknum debitur ini memiliki delapan perusahaan yang dijaminkan dengan kontrak ditahun 2020 dan tahun 2021 kembali menjaminkan kontrak namun yang dikontrakan itu proyek yang tidak ada nilainya dan bahkan bukti bukti yang disajikan juga tidak kongkrit
“Ada ditemukan jaminan rumah debitur tapi tidak ada jaminan aurat kuasa, akhirnya rumahnya dijaminkan protes ke pemerintah daerah dan ini kejahatan besar yang dilakukan, jadi dua direksi dinonaktifkan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, intinya tidak sampai disini, saya akan tindak dan ambil langkah hukum karena kejahatan,” pungkasnya. (Tox).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *