Jaksa Dan Polisi Diminta Selidiki Proyek Rehabilitasi Kanal Di Kota Maba

HEADLINE1454 Dilihat

HALTIM, Rakyatkini.com- Dua paket pekerjaan rehabilitasi kanal diruas jalan seboko ke bundaran sangaji dan kanal di ruas jalan kali woyo mya ke pusat pemerintahan kecamatan kota maba tahun di kerjakan Cv.Lifhu Niha dan Cv.Central Mahera mendapat sorotan dari LSM Penderitaan Rakyat (Ampera) Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara, karena dinilai besaran anggaran pekerjaan dua paket pekerjaan rehabilitasi kanal itu tidak wajar.

Sekjen Ampera Haltim,Muhibu Mandar kepada wartawan mengataka, apabila dilihat secara kasat mata pekerjaan dua paket pekerjaan rehabilitasi kanal itu terkesan hambur-hamburkan anggaran daerah saja,”hanya sekedar pekerjaan pembersihan lumpur dan rumput saja habiskan anggaran sampai miliaran rupia”ujarnya.

Muhibu menyebutkan pekerjaan rehabilitasi kanal Kota Maba masing-masing sebesar Rp 1.030.300.000,00 dan Rp 1.322.000.000,00 bersumber dari APBD 2023 dan dikerjakan CV Lifhu Niha dan CV Central Mahera sebagai pemenang tender,tapi anehnya di papan proyek tidak mencantumkan volume pekerjaan idan kalender pekerjaan.” maka saya patut menduga pekerjaan tersebut ada sesuatu tidak beres”kata Muhibu.

Menurutnya paket pekerjaan rehabilitasi itu hanya sebatas membersihka rumput dan pohon kayu yang tumbuh di kanal tapi anggaran mencapai miliaran rupiah ini sesuatu yang tidak wajar. “besaran anggaran itu kalau pembangunan kanal baru itu masuk akal,tapi ini hanya membersihkan saja tapi dianggarkan mencapai miliaran.”ujar Muhibu.

Untuk itu diminta pihak penegak hukum baik Polisi dan Kejaksaan agar kiranya dapat menyelidiki pekerjaan tersebut dan Dewan Perwikilan Rakyat (DPRD) Haltim juga diminta turut mengawasi pekerjaan itu ,”Saya minta penyidik baik baik polisi dan jaksa turun menyelidiki pekerjaan tersebut,”pintahnya.

Sementara Bupati Haltim,Ubaid Yakub dikonfirmasi terkait dengan pekerjaan rehabilitasi kanal itu, menangapinya dengan terkesan dengan nada Mara. Menurutnya rehabilitasi kanal dalam Kota Maba yang diaggarkan melalui APBD mencapai miliaran bermaksud membersihkan kanal yang tersumbat.
“Pemda baru kali ini membersihkan kanal. Kalau tidak membersihkan, suatu waktu pasti terjadi banjir karena sudah tersumbat.”katanya.

Lanjutnya, bisa dibayangkan kalau di mana mana terjadi banjir dan untuk kota ini tidak banjir, maka untuk dapat mengantisipasi jangan sampai terjadi banjir seperti di daerah lain, untuk itu dilakukan pembersihan terlebih dahulu, karena sebagian gorong-gorong belum dibuat secara parmanen, sehinggga sebagianya sudah jebol”katanya.

Ubaid menyatakan, pembersihan kanal Kota Maba untuk menantisipasi terjadi banjir. Ubaid berdalih, apalagi beberapa tahun terakhir ini curah hujan tinggi.
“Begitu kanal dibikin tiga sampai empat tahun terakhir Kota Maba tidak pernah terjadi banjir. Padahal curah hujan dalam dua tahun terakhir ini sangat tinggi. Soal Protes Warga itu kita dapat maklumi karena Masyarakat tidak tau “katanya (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *