Panggil 125 Mantan Kades Se – Halmahera Selatan, Ini Penjelasan Kepala Inspektorat Asbur Somadayo

HEADLINE983 Dilihat
BACAN, RAKYATKINI.COM – Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan terus menindaklanjuti hasil temuan pengelolaan Dana Desa (DD) di 125 desa se Kabupaten Halmahera Selatan dengan memanggil para mantan kepala desa yang defenitif maupun karateker untuk segera menyelesaikan hasil temuan.
Amatan media ini, dari 125 mantan kepala defenitif maupun karateker yang dipanggil untuk menghadap pada senin (25/9) dikantor Inspektorat Halsel yang hadir melakukan rapat bersama kepala Inspektorat Asbur Somadayo sebanyak 27 mantan kepala desa. Dalam pertemuan ini juga dilakukan penandatanganan kesepakatan penyelesaian hasil temuan pengelolaan Dana Desa sebelumnya.
Asbur Somadayo ketika dikonfirmasi usai rapat mengatakan, panggilan terhadap para mantan kepala desa baik yang defenitif maupun karateker ini murni masalah pengelolaan Dana Desa karena ada temuan yang harus diselesaikan oleh para mantan kepala desa, temuan itu bervariasi mulai dari Rp 4 juta hingga ada desa yang temuannya Rp 800 juta yang hingga saat ini belum diselesaikan “tidak ada tendensi politik apapun selain karena untuk menyelesaikan temuan uang negara yang dikelola oleh mantan kepala desa, makanya yang hadir hari ini dalam rapat langsung mendatangi pernyataan penyelesaian hasil temuan Dana Desa,” paparnya.
Mantan ketua KPU Kabupaten Halmahera Timur mengatakan, semua mantan kades yang ada temuan dalam pengelolaan Dana Desa semuanya dipanggil tanpa kecuali, panggilan terhadap mantan kepala desa ini sudah beberapa kali, baik dipanggil secara pribadi, perkecamatan dan ini dipanggil kolektif jadi bukan baru dipanggil “para mantan kades yang hadir sudah menyatakan siap menyelesaikan dengan cara cicil dan sebagainya, jika tidak dilakukan penyelesaian maka sudah pasti harus diserahkan ke penegak hukum karena Dana Desa itu uang negara yang harus dipertanggungjawabkan,” tutur Asbur Somadayo.
Asbur Somadayo juga menjelaskan, dalam pengelolaan dana desa ini ditemukan banyak mantan kepala desa yang tidak memahami benar terkait dengan pertanggungjawaban terutama masalah administrasi sehingga temuan paling banyak itu masalah administrasi “tinggal itikad baik dari para mantan kepala desa saja, mau menyelesaikan atau tidak dan kepala desa yang belum sempat hadir pada hari ini tetap akan dipanggil untuk proses penyelesaian atas temuan temuan tersebut,” pungkasnya. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *