Tidak Punya Biaya Berobat, Anak 6 Tahun Asal Pulau Gala Kepulauan Joronga Butuh Bantuan

HEADLINE728 Dilihat
BACAN, RAKYATKINI.COM – Nasib Pilu dialami seorang anak berusia 6 tahun di Desa Pulau Gala Kecamatan Kepulauan Joronga, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, karena  mengalami kelainan Atresia Ani atau tidak mempunyai lubang anus sejak lahir.
Tak seperti anak normal lainnya, anak laki-laki yang bernama Bur Bustaman ini orang tuanya sehari-hari bekerja sebagai petani, dengan penghasilan tidak menentu membuatnya kehidupannya semakin pahit. Apalagi ditambah dengan kondisi anaknya yang harus menjalani pengobatan serius. Sebab, Bur mengalami kelainan tidak mempunyai anus sejak lahir. Untuk buang air besar saja, terpaksa melalui lubang yang dibuat di perut sebelah kiri
Bustaman, orang tua anak itu saat di konfirmasi wartawan di Desa Pulau Gala akhir sabtu (23/9) mengaku ,anaknya mengalami kelainan tanpa anus itu sejak lahir dan karena mereka tidak punya biaya sehingga hanya pasrah saja. “Dia (Bur red) saat ini sudah berusia enam (6) tahun, tapi karena tidak ada anggaran sehingga  tidak bisa operasi, dengan terpaksa saya hanya bisa menangis dan kasihan terhadap anak saya ini,” ujar Bustaman dengan mata berkaca-kaca
Ditanya apakah sudah pernah ada tindakan medis atau pengobatan.? Bustaman mengaku berapa tahun lalu pernah ada bantuan dari keluarganya dan akhirnya dibawah ke Makassar untuk dioperasi untuk membuat  membuat lubang anus sementara melalui perut bagian kiri dan operasi pertama itu dilakukan saat Bur masih berusia 3 tahun.
“Karena kendala biaya akhirnya kami balik dari Makassar dan seterusnya ke kampung. Padahal, dokter minta harus balik lagi ke Makassar untuk menjalani  operasi kedua untuk pembuatan lubang anus normal. Namun  ekonomi yang terbatas sehinga, saat ini belum operasi,”cetus Bustaman
Lanjut orang tua bur  yang sehari-hari hanya bekerja  sebagai petani itu sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk membantu biaya operasi Bur agar anaknya bisa buang air besar dengan normal. “Saya berharap ada kepedulian semua pihak untuk membantu kami untuk biaya operasi, agar buah hati saya ini bisa hidup normal seperti anak lainnya,” pungkasnya. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *