Tindaklanjut Instruksi Bupati, Pemerintah Kecamatan Bacan Timur Gelar Pertemuan Lintas Sektor Bahas DBD

HEADLINE478 Dilihat
BACAN, Rakyatkini.com – Menindaklanjuti Instruksi Bupati Halmahera Selatan untuk pemberantasan Demam Berdarah (DBD) di wilayah kecamatan Bacan Timur, Pemerintah kecamatan Bacan Timur menggelar pertemuan lintas sektor pada Senin (29/8) diaula kantor camat.
Pertemuan lintas sektor kecamatan Bacan Timur tersebut melibatkan Puskesmas Babang, Polsek Bacan Timur, Babinsa serta para kepala desa se kecamatan Bacan Timur, para kepala sekolah SMP dan SMA se kecamatan Bacan Timur. Camat Bacan Timur Niar Barakati dalam sambutannya kegiatan pertemuan lintas sektor ini terkait dengan peningkatan kasus DBD yang saat ini melanda Halmahera Selatan khususnya di kecamatan Bacan Timur “ini adalah bentuk tindaklanjut Instruksi Bupati Halmahera Selatan terkait dengan pemberantasan DBD diwilayah, diharapkan masyarakat juga pro aktif dalam pemberantasan DBD,” ucapnya.
Mahani M Usman salah satu narasumber dalam kegiatan pertemuan lintas sektor tersebut mengatakan, Demam Berdarah Dengue (DBD)
Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes. Di Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh wilayah tanah air. Gejala yang akan muncul seperti ditandai dengan demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan menifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah serta adanya kemerahan di bagian permukaan tubuh pada penderita.
 “sampai saai ini DBD masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat dan menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. “Mengingat obat untuk membunuh virus Dengue hingga saat ini belum ditemukan dan vaksin untuk mencegah DBD masih dalam tahap ujicoba, maka cara yang dapat dilakukan sampai saat ini adalah dengan memberantas nyamuk penular (vektor). Pemberantasan vektor ini dapat dilakukan pada saat masih berupa jentik atau nyamuk dewasa” tutur Mahani yang juga staf pada Puskesmas Babang ini.
Mahani lantas menguraikan apa yang harus anda lakukan agar dapat mencegah yakni dengan melaksanakan 3MPLUS, Menguras tempat penampung air, Menutup semua tempat penampungan air, Memanfaatkan mendaur ulang barang bekas, PLUS Mencegah perkembangan biakan nyamuk. Seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, Menggunakan obat Anti nyamuk, Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, Tidak menggantung pakaian dalam kamar, Menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air, pungkasnya. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *