Manton: PPK BWS Jangan Sudutkan Pemberitaan Bahwa itu Tidak Benar, Sudah Jelas Bendungan Ameroro itu Ambruk

TERBARU227 Dilihat

Kendari – Beberapa hari ini, Viral dimedia sosial terkait Ambruknya Bendungan Ameroro di Kabupaten Konawe. Hal itupun menjadi perbincangan publik, baik dikalangan masyarakat Kabupaten Konawe disekitar pembangunan Bendungan tersebut maupun di Media Sosial.

Ambruk dengan kata lain Longsor pada Bangunan Bendungan Ameroro tersebut terjadi pada Hari Selasa, 12 September 2023, pada Pukul 15.46 WITA.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kendari, ibu Iping dengan sapaan akrabnya mengatakan bahwa pemberitaan dibeberapa media online adalah tidak benar.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC Kota Kendari Aliansi Wartawan Indonesia (AWI), Manton mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh PPK melalui Konfrensi Persnya di beberapa media online terkesan menyudutkan bahwa apa yang diberitakan sebelumnya adalah Hoaks atau tidak benar.

Sementara berdasarkan dokumentasi baik itu berupa gambar dan vidio yang tersebar di media sosial bendungan tersebut sudah jelas itu terjadi.

Lanjut kata Manton, sebab ambruknya Sayap bendungan itu bagian daripada satu kesatuan Konstruksi Bendungan Ameroro.

Ironisnya, dalam konferensi pers yang dilakukan oleh ibu Iping selaku PPK, ia mengakui bahwa sebelumya pihak BWS sudah mengetahui bahwa akan terjadi longsor/ambruk karena adanya titik yang retak.

Menurut Ketua DPC Kota Kendari Aliansi Wartawan Indonesia (AWI), ia menduga bahwa ini adalah salah satu kelalaian dari Pihak BWS IV Kendari.

Seharusnya, sebelum bangunan tersebut di buat tentu dilakukan survei lokasi melakukan pemeriksaan awal dan mengukur PH tanah termaksud tingkat kepadatannya.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui dan mengantisipasi potensi kerusakan atau ambruknya pada suatu bangunan tersebut. Sehingga Mutu Kualitas dan Kuantitas bangunan itu terjamin.

“Bukan sudah ketahui karena terlihat pekerjaan itu Retak,”

Lanjut Manton, ” kami sangat menyayangkan apa yang disampaikan ibu Iping ini seakan akan apa yang diberitakan oleh beberapa media itu adalah Tidak Benar atau Hoaks, padahal sudah jelas vidionya Ambruk/Longsor dan atau Runtuh,” Jelas Manton.

Manton menyampaikan dan menegaskan kepada BWS IV Kendari, longsor itu terjadi disaat musim kemarau, belum lagi disaat musim Hujan dan bendungan tersebut sudah di gunakan. Apa yang akan terjadi, dan keselamatan masyarakat sekita bendungan itu terancam.

Oleh karena itu, pihak BWS harus mengevaluasi kembali kepada pihak Kontraktor atau perusahaan pemenang tender pekerjaan bendungan Ameroro itu.

Bersambung …?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *