Turut hadir dalam acara bersama Bupati, Kadis Pertanian Provinsi Maluku Utara Rizal Ismail, Sekda Halbar Syahril Abduradjak, Kadis Pertanian Halbar Totari Balatjai, Pimpinan SKPD Lingkup Halbar serta Pengurus KTUB.

Dalam sambutannya, Totari Balatjai mengatakan pada tahun anggaran Dinas Pertanian Halbar tahun 2020, telah dibagi tiga sistem penanaman. Yaitu, luas lahan sebesar 100 hektare telah dipanen sebanyak 30 hektare, lalu ada 100 hektare dilakukan proses penggarapan, dan ada lahan sebesar 169 hektare dalam tahap penggarapan.

“Untuk pengembangan padi sawa dikembangkan di beberapa kecamatan yakni, Kecamatan Jailolo, Sahu, Sahu Timur, Ibu, Ibu Selatan dan saat ini dilakukan pengembangan di kecamatan Tabaru dan Loloda,” jelas Totari.

Sementara Kadis Pertanian Provinsi Malut Rizal Ismail, mengemukakan bahwa jajarannya sangat mengapresiasi kegiatan pertanian Halbar, sebab Halbar diketahui merupakan salah satu sentral pangan yang berjalan maksimal untuk mencapai sektor pangan di Malut,

“Padi sawah dan padi ladang sangat baik dan alhamdulillah di Malut ada sekitar 13.500hektare,” katanya.

Rizal bilang, sejak Maret, di tiga daerah yang punya beras di Malut hingga kini masih surplus. Tiga daerah itu adalah Halbar, Halut dan Haltim. Atas dasar itu pihaknya terus melakukan gerakan menanam untuk meningkatkan jumlah panen beras yang dapat menutupi defisit beras di Malut.

“Pertanian ini multi dimensi, jadi kita akan rapat koordinasi untuk memperkuat program kabupaten dan provinsi, agar tujuan pak bupati untuk memperkuat pangan dari sektor pertanian di Halbar bisa tercapai. Saya berharap pak Bupati juga bisa mendukung program pertanian, karena 2020 kami ada bantuan benih padi sawah sebanyak 700 hektare,” ujarnya.

Rizal menambahkan, selain padi, Halbar juga punya potensi telur. Bahkan di Malut, ternak ayam petelur hanya ada di Halbar. Kedepan, pihaknya akan bangun industri telur, beras dan kelapa, sehingga ada industri yang terintegrasi yang di bangun di Halbar.

“Kepala daerah yang punya prestasi dibidang pangan adalah Bupati Halbar, jadi bisa dapat penghargaan di Pekan Nasional (Penas). Jadi dinas pertanian halbar bisa usul ke sektor organisasi pertanian untuk menerima penghargaan Penas,” puji dia.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Halbar Danny Missy, mengatakan pengembangan pertanian harus dibarengi dengan pembangunan industri. Jadi kalau ada industri, maka petani bisa mendapatkan hasil yang maksimal, sehingga hasil pertanian bukan saja untuk dikonsumsi tapi bisa juga dipasarkan.

“Dilihat dari laporan dari kadis pertanian Halbar sekitar 369 hektar padi sawah di Halbar. Kalau ada bantuan dari provinsi 700 hektar, maka dari Tedeng sampai Gamtala sudah sampai 1.069 hektar. Jadi kita fokus saja di desa Tedeng sampai Gamtala, karena kalau dari Tedeng sampai Gamtala maka sudah bisa sampai 100 hektar. Maka saya himbau pertanian Halbar harus fokus, tidak lagi kemana-mana,” himbau Bupati.

“Kalau 1000 hektar sawah padi dan satu hektar 5 ton, maka sudah 5.000 ton. Padi 400D ini produk unggulann, sehingga satu hektar hasilnya bisa 8 ton,” jelasnya

Ketua HKTI Malut ini jga menambahkan, program prioritas kabupaten Halbar salah satunya adalah pertanian, tapi masih ada kendala yaitu menyangkut sarana infrastruktur. Karena pembangunan infrastruktur pertanian tidak cuma ranah kabupaten, tapi juga ranah provinsi.

“Jadi saya berharap Kadis Pertanian Malut bisa memberikan perhatian dan saya juga akan ikut membantu mendorong ke provinsi dan pusat untuk mendapat anggaran untuk pembangunan infrastruktur pertanian,” pungkasnya. (man/pn)