Program PKH 100 Persen Capai Target

HEADLINE707 Dilihat

HALBAR, Rakyatkini.com- Salah satu program startegis yang dinilai mampuh mendongkrat ekonomi kelas bawah rakyat Indonesia saat wabah corona adalah Program Keluarga Harapan (PKH) di bawah Kementerian Sosial. Setidaknya ada 10 juta KPM (Kelompok Penerima Manfaat) di Indonesia yang menerima program ini, dengan nilai anggaran Rp36,71 Triliun pada tahun 2020 yang sudah 100% tersalurkan.

Di Kabupaten Halmahera Barat jumlah penerima PKH ada diangka 5.000an sesuai data UPPKH Dinas Sosial Kab. Halbar, data penyaluran PKH tahap 1, 2, 3 dan 4 terlihat fluktuatif.

Hal ini disebabkan kriteria penerima PKH selalu diperbahrui setiap tiga bulan. Sehingga Rata-rata nilai penyaluran antara Rp1 4 Miliyar lebih per tahap sepanjang tahun 2020, dengan nilai total Rp22.226.134.000.

Selain PKH, bantuan sosial yang dikhususkan menanggulangi wabah Corona di Kabupaten Halmahera Barat adalah Bantuan Sosial Beras (BSB). KPM yang menerima BSB sebanyak 5.864 KPM.

Program Pemulihan Ekonomi (PEN) sampai dengan tanggal 2 november 2020 sudah terealisasi sebesar 52,8% dari total anggaran sebesar Rp695,2 Triliun atau sudah terserap Rp366,86 Triliun.

Satrgas PEN berharap dikuartal IV 2020 yang menyisakan kurang dari dua bulan ini, sisa anggaran PEN yang berkisar RP170-180 Triliun dapat terserap paling tidak diangka Rp100 Triliun.

Hal ini diutarakan Ketua Satgas PEN, KPC PEN, Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (04/11).

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami berharap bahwa sisa anggaran PEN bisa kita serap semua. Minimal Rp100 Triliun di Kuartal IV 2020,kata Budi.
Penyaluran program PEN terbesar ada di klaster Perlindungan Sosial, dengan nilai pagu Rp203,9 Triliun dan sudah terelaisasi sebesar RP176,38 Triliun atau sudah terserap 86,51% dari total anggaran.

Program-program yang termasuk dalam klaster perlindungan social antara lain; PKH (Program Keluarga Harapan), Kartu Sembako/BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), Bansos Tunai Non-Jabodetabek, Bansos Sembako Jabodetabek, Logistik/Pangan/Sembako, BLT (Bantuan Langsung Tunai) Dana Desa dan Diskon Listrik.

Seluruh program perlindungan sosial tersebut dari bulan ke bulan, terus terpenetrasi dengan baik. Bahkan, program-program baru yang sifatnya khusus untuk menghadapi COVID19 juga terselenggara dengan baik berkat kerja sama antar lembaga dan pemerintah daerah.

Semoga program-program yang diluncurkan ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya khususnya bagi saudara-saudara kita yang terdampak pandemic Covid19,harap Julian Batubara, Menteri Sosial.

Selain klaster perlindungan social, di dua bulan terakhir kuartal IV ini, PEN juga focus mengejar penyerapan bantuan untuk UMKM, sebab, 50% lebih PDB Nasional disumbangkan sektor ini selain efektif menyerak tenaga kerja.

Semua rakyat yang mendapat dampak terbesar dan berada pada strata bawah harus dibantu. Kita akan tetap focus agar program-program perlindungan sosial, baik yang ada di Kemensos, Kemenaker, maupun Kementerian dan Lembaga lainnya akan kita dorong karena berdampak besar bagi masyarakat kita,imbuh Budi. (red/kpc pen/Kemenkoinfo/penulis daerah Arman Hi. Safi/dinas kominfo Kab. Halbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *