Butuhkan Rp 1,9 Miliar Untuk Air Bersih ke desa Bupati Halsel, PU – PR Usulkan di APBD Perubahan  2021

TERBARU192 Dilihat

BACAN, Rakyatkini.com Untuk meningkatkan pelayanan disektor air bersih khususnya di desa Orimakurunga kecamatan Kayoa Selatan yang merupakan tempat kelahiran Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan gabung ‘jurus’ untuk membangun, dana yang dibutuhkan untuk pengaliran air bersih dari PAM sebesar Rp 1,9 Miliar.

Kepala dinas PU – PR Kabupaten Halmahera Selatan Ali Dano Hasan ketika dikonfirmasi usai dilantik pada selasa (10/8) di aula kantor Bupati mengatakan, pada Juli lalu dirinya bersama direktur PDAM Halmahera Selatan telah melakukan kunjungan ke Perusahaan Air Minum (PAM) di Kayoa (Guruapin) dan sudah mengetahui jelas kendala utama sehingga air bersih belum masuk ke desa Orimakurunga yakni masalah listrik “kendala utama hingga saat ini air bersih dari PAM belum masuk ke desa Orimakurunga karena listrik jadi akan diatasi pada perubahan anggaran 2021 nanti,” paparnya.

Ali Dano Hasan juga mengatakan, untuk mengalirkan air bersih dari PAM ke desa Orimakurunga membutuhkan listrik 100 KV yang dipasang di dua titik yakni satu titik 3×22 KW dan titik ke 2 itu 32 KW jadi pompa air itu membutuhkan 60 KW dan 35 KW “Ada dua gardu yang disiapkan nanti untuk aliran listrik dan untuk pengaliaran air ke Orimakurunga karena arena air ke ori itu terkendala dengan pompa saja, dan untuk membangun gardu dan sebagainya membutuhkan anggaran senilai Rp 1,8 hingga 1,9 Miliar dan sudah disampaikan ke Bupati dan ini rencana diusulkan di APBD perubahan 2021,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Kabupaten Halmahera Selatan Soleman Bobote kepada wartawan beberapa waktu lalu mengatakan, untuk air bersih di kecamatan Kayoa dan Kayoa Selatan mengacu pada PAM induk Kayoa yakni Guruapin jadi tinggal dibehani beberapa kendala terutama masalah listrik “kendala utamanya listrik saja, untuk masalah pompa dan sebagainya sudah ada, karena saat ini sudah ada empat pompa namun berfungsi hanya satu karena kendala listrik jadi diharapkan di anggaran perubahan ini sudah dapat diakomudir sehingga dapat difungsikan,” pungkasnya. (Tox).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *