Dari FGD KNPI Halsel ; Isu SARA, Integritas Penyelenggara dan Politik Uang Jadi Pembahasan

HEADLINE463 Dilihat

LABUHA, Rakyatkini.com Menjelang hari pencoblosan pilkada Halmahera Selatan pada 9 Desember mendatang,  Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Selatan menggelar Focus Group Discussion (FDG) pada minggu (06/12) yang berlangsung di Cafe Sabiji.

FGD soal Pilkada Halmahera Selatan ini mengangkat tema Pilkada Halsel 2020 : partisipasi anak muda, jaminan kondusifitas, Eksploitasi Isu SARA dan Kesiapan penyelenggara. FGD dihadiri langsung oleh ketua KPU Kabupaten Halmahera Selatan Darmin Hi Hasim, Ketua Bawaslu Halsel Kahar Yasim, Asnawi Lagalante ketua tim Paslon 01 Helmi Umar Muksin – La Ode Arfan dan tim Paslon 02 Usman Sidik – Bassam Kasuba, Hud Hi Ibrahim. Nampak juga para pengurus KNPI Halsel dan para ketua ketua OKP dan Cipayung se Kabupaten Halmahera Selatan.

Ketua KNPI Kabupaten Halmahera Selatan Fahrizal Ramdani dalam kesempatan ini mengatakan, FGD yang digelar oleh KNPI Halsel tersebut dilandaskan beberapa alasan mendasar terutama carut marutnya Pilkada Pilkada Halsel ditahun sebelumnya “Carut marut Pilkada Halsel ini tidak terulang lagi. Pilkada Halsel 2020 ini jangan lagi seperti Pilkada Pilkada sebelumnya,” katanya.

Fahrizal lantas mengatakan, pemuda diharapkan terlibat langsung dalam mengawal proses Pilkada dan Pemuda harus terlibat langsung untuk kemajuan negeri ini “Daerah ini harus dibangun dengan ide ide yang produktif bukan dengan informasi anjuran kebencian dan sebagainya yang sifatnya memecahkan belah rasa kekeluargaan diantara warga,” paparnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Halmahera Selatan Darmin Hi Hasim memaparkan kesiapan KPU dalam menjelang pencoblosan, termasuk terkait dengan distribusi logistik pemilukada “Logistik Pilkada sudah didistribusikan ke masing masing zona, jadi dipastikan seluruh logistik sudah siap dilokasi pada saat pencoblosan dan Pilkada kali ini dimasa pandemi covid 19 jadi seluruh pemilih maupun penyelenggara wajib menggunakan protokol kesehatan,” sebutnya.

Disisi lain, Darmin tidak sependapat dengan lebel Halmahera Selatan yang selalu buruk dalam setiap Pilkada, Halsel dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dirilis oleh Bawaslu Halmahera Selatan berada di level sedang dan penyelenggara di Halsel sudah buktikan pelaksanaan Pilkada di tahun 2018 dan dan pemilu ditahun 2019 semuanya berjalan lancar dan sesuai aturan yang berlaku “kami punya komitmen untuk mensukseskan Pilkada jadi seluruh penyelenggaraan diproteksi integritas penyelenggara ditingkat bawa agar tetap bekerja sesuai aturan,” tutur Darmin.

Disisi lain, Ketua Bawaslu Halsel Kahar Yasim dalam kesempatan ini juga mengatakan, memasuki hari tenang menjelang pencoblosan pada 9 Desember ini seluruh jajaran pengawas lakukan pengawasan ketat, termasuk awasi masalah politik uang dan Pilkada kali ini adalah tantangan terakhir bagi penyelenggara dan pengawas pemilu membuktikan ke publik bahwa Halsel itu proses Pemilu berjalan sesuai aturan main “kami sudah ingatkan dan instruksikan kepada seluruh pengawas agar perketat pengawasan dan kami mengajak kepada tim sukses Paslon agar jangan ada lagi serangan fajar atau politik uang,” Ajaknya.

Dalam kesempatan ini juga ketua tim Helmi – La Ode, Asnawi Lagalante dan tim paslon Usman – Bassam memberikan closing statement yakni mengajak kepada warga agar datang dan salurkan hak suaranya ke TPS, jangan takut dengan isu SARA maupun intimidasi. Komitmen kita adalah menjaga proses ini berjalan kondusif hingga akhir nanti, isu SARA yang berkembang di Halsel tidak ada. Dalam FGD tersebut yang menjadi fokus pembahasan utama menyangkut isu SARA, politik uang dan integritas penyelenggara dan kesiapan penyelenggara menjelang hari pencoblosan. (Tox).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *