IKDT Siap Menjadi Lembaga Konsultan Politik Pilkades Secara Gratis

HEADLINE404 Dilihat
Ikatan Komunitas Desa Togale (IKDT) yang memiliki basis  kekuatan organisasi   di tingkat desa-desa Togale  kabupaten Halmahera selatan, selalu mengambil peran dalam setiap  dinamika   baik secara konsep, konteks maupun konten. Ini pertanda  bahwa IKDT secara organisatoris selalu  berada dalam keadaan yang sehat dan penuh demokratis. Dengan pengertian  lain adalah, IKDT selalu adaptif   dan   kritis  serta terbuka dalam kepentingan organisasi dan keluarga  di desa-desa Togale. Karena itu, IKDT selalu hadir  untuk bersenyawa  bersama  dalam setiap isu dan opini serta realitas sebagai  tindakan dalam  mewujudkan desa-desa togale yang senyum sesuai visi IKDT itu sendiri.
Saat ini kabupaten Halmahera selatan  sedang berada dalam tahun politik  atau sedang menghadapi pemilihan kepala desa (pilkades) tahap  satu yang  dilaksanakan secara serentak  pada 182 desa, baik pada desa-desa togale maupun  pada  desa-desa non togale. Tahun politik pilkades ini, tentu menjadi  ajang  perhelatan untuk mencari dan melahirkan pemimpin-pemimpin desa yang diuji dan teruji dalam membangun desanya setelah  menjadi terpilih nanti.  Sehingga pemilihan kepala desa (pilkades)  ini, dapat memberikan ruang partisipasi yang sebesar-besarnya bagi para pemuda desa untuk mengambil bagian pada kontestasi politik pilkades.
Ikatan  Komunitas  Desa  Togale (IKDT) dengan momentum  pilkades serentak ini,  siap mengambil  Job untuk menjadi  Lembaga konsultan politik  guna  menggerakan kapasitas potensi para pemuda  desa  yang tersembunyi untuk  dipublish menjadi  perhelatan politik yang bergaira dalam menghiasi demokrasi  di desa secara   serentak. Dengan demikian  akan melahirkan pemimpin-pemimpin  desa  yang benar-benar  memahami permasalahan desa itu sendiri. Karena itu Ikatan Komunitas Desa Togale (IKDT)  dalam mewudkan desa-desa yang senyum  di  negeri SARUMA, dapat  lebih awal melakukan pendampingan jasa konsultan politik secara gratis sehingga semua  para pemuda desa dapat menggunakan jasa konsultan  IKDT tanpa kecuali.
Menjadi lembaga  konsultan politik  pilkades, IKDT memberikan bantuan  jasa kepada  seluruh kontestan yang  mengikuti perhelatan politik  pilkades serentak baik desa togale maupun non desa togale. Karena itu jasa konsultan yang akan diberikan  kepada para kontestan, tidak hanya sebatas  pada formula menang kalah, tetapi sampai pada tingkat   bagaimana membangun  konsep gagasan yang komprehensif  dalam  desa membangun. Gagasan  besar  yang dimaksud IIKDT  adalah gagasan menaikan status desa  dari desa berkembang menjadi desa yang maju dan mandiri. Karena kedua status desa ini yang menjadi indikator makro  pembangunan desa   yang digunakan  dalam evaluasi kinerja pemerintahan desa.
IKDT sendiiri  dalam memahami  perhelatan  politik pilkades serentak  adalah sebuah perlombaan  pentas seni  yang  harus  dipersiapkan  matang  bagi setiap kontestan  utk di pertunjukan di saat debat, sehingga. tercipta suasana  hiburan  rakyat yang penuh dihujani gagasan. Sehingga pada akhirnya, publik di desa  memberikan  pengakuan  kepada para kontestan  mana yang tepat untuk  dipilih. Untuk mendapatkan totalitas performa  politik gagasan   para kontestan, maka perlu ada konsultan politik yang mendampingi dan mengarahkan  setiap langka  untuk mendapatkan kesuksesan dalam pilkades.
Karena itu,  IKDT sebagai lembaga konsultan politik pilkades  dapat memberikan beberapa  kisi-kisi dari jasa konsultan untuk para kontestan  dalam kontestasi pilkades berikut ini :
1). Bersama kontestan membuat gagasan  besar tentang MENUJU status desa yang maju dan mandiri.
2). Bersama kontestan  membuat instrumen  politik tentang Menang Kalah dalam perhelatan pilkades.
3). Bersama kontestan membentuk tim Working yang tepat.
4). Bersama kontestan dan panitia pilkades menggelar debat pilkades.
Dengan demikian, eksistensi IKDT sebagai  salah satu fungsi lembaga  dalam konsultan  politik sungguh menyadari  penuh bahwa hakikat kesejahteraan dan keadilan bangsa itu terletak pada masyarakat desa yang perluh di arahkan  dalam setiap kebijakan didesa  baik dalam tataran kebijakan nasional maupun kebijakan daerah. Hal  ini seiring dengan salah satu misi presiden Jokowi tentang membangun NKRI dimulai  dari  wilayah pinggiran dan itu  yang dimaksud adalah desa.
Berdasar pada konteks inilah, pemilihan kepala desa harus bergengsi  dan ber-aurah  serta dimaknai  setara  dengan pemilihan buoati dan wakil bupati, gubernur dan wakil gubernur serta pemilihan presiden dan wakil presiden. Karena itu,  pemilihan kepala desa harus menggunakan  pendampingan  pemikiran melalui konsultan politik, guna untuk mengarahkan visi dan misi, gagasan, ide dan pikiran yang dapat diwujudkan dalam  setiap bentuk karya-karya pembangunan yang nyata dan bermanfaat.. Selain itu pula, pemilihan kepala desa  (pilkades) harus dipandang lebih jauh lagi, bahwa  pada  saat menghadapi  momontum pilkades, itu berarti masyarakat  desa sedang dalam bercita-cita untuk membangun desanya bersama pemimpin desa yang terpilih secara demokratis. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *