Ditengah Ancaman Virus Corona, Benny Laos nonjobkan Tiga Pimpinan SKPD

0

MOROTAI,Rakyatkini.com – Langkah Bupati Pulau Morotai, Benny Laos dengan melakukan rolling jabatan terhadap pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ditengah-tengah menangan virus corona terbilang cukup aneh.

Pasalnya, seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia pimpinan daerahnya saat ini terfokus menangani wabah virus corona. Namun orang nomor satu di Pemda Pulau Morotai mengambil kebijakan dengan melakukan rolling jabatan terhadap pimpinan SKPD.

Rolling jabatan yang berlangsung di aula kantor Bupati, Senin (06/04) yang lantik langsung oleh Bupati, Benny Laos berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati nomor :821.22/17/KEP/PM/IV/2020, 821.22/18/KEP/PM/IV/2020 dan 821.22/19/KEP/PM/IV/2020 Tentang pengangkatan dan mutasi dalam jabatan pimpinan tinggi Pratama, Administrator dan jabatan pengawasan di lingkungan pemerintahan Daerah Kabupaten Pulau Morotai Tahun 2020.

Para pimpinan OPD yang kehilangan jabatannya di tengah-tengah wabah virus corona adalah Djunaidi Soamole, Ansar Tibu dan Hasbi Matage. Djunaidi Soamole yang sebelumnya menjabat sebagai Kasatpol-PP dinonjob dari jabatannya, jabatan Djunaidi diambil alih Muhlis Bay memegang dua jabatan yakni sebagai asisten I Setda Morotai dan Kasatpol-PP.

Ansar Tibu juga senasib dengan Djunaidi Soamole, karena Ansar Tibu yang sebelum menjabat sebagai Kadinsos Morotai jabatannya diambil alih oleh Muhammad Tamrin fabanyo yang sebelumnya sebagai staf pada Dinas Pertanian Ketahanan Pangan. Ansar Tibu ditempatkan sebagai staf ahli dibagian Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Setda Morotai.

Sementara Hasbi Matage juga mengalami nasib yang sama seperti Djunaidi Soamole dan Ansar Tibu, dimana Hasbi Matage yang sebelumnya menjabat sebagai Pj Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ditempatkan sebagai Pj staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setda Morotai. Sementara jabatan yang ditinggal Hasbi Matage masih kosong.

Safia Doa yang sebelumnya sebagai staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Setda Morotai ditunjuk Bupati menempati jabatan sebagai Kabag Perbatasan menggantikan, Sunardi Barakati. Sunardi di parmanenkan sebagai Kabag Pemerintahan yang sebelumnya sebagai Plt Kabag Pemerintahan.

Bupati Pulau Morotai, Beny Laos dalam sambutannya berharap kepada seluruh yang hadir menerjemahkan betul arti jujur, arti tanggung jawab saat di sumpah jabatan.

“Yang saya minta tidak banyak bekerja sesuai konstitusi dan melayani kebutuhan rakyat berdasarkan konstitusi kerja jujur, rajin peduli cuman itu saja. Jadi yang saya kejar adalah output dan bukan cerita dan rencana, rencana sudah ada 6 bulan setelah saya dilantik,” katanya.

Lanjutnya,dalam menghadapi virus corona (Covid-19) tidak ada penghalang untuk melakukan perubahan dalam tubuh organisasi pemerintah, betapa pun bencana non alam yang sedang hadapi.

“Karena akan lebih berbahaya dari virus jika birokrat yang diberikan mandat oleh undang-undang tidak melaksanakan pelayanan secara maksimal, “imbuhnya.

Dikatakan, Presiden telah memberikan arahan yang sangat jelas bagi pemerintah daerah dalam menghadapi situasi konflik yang menjadi perhatian adalah tiga hal yaitu penanggulangan kesehatan, sosial dan ekonomi dan tiga kata ini adalah satu mata uang yang harus dicapai. “Jadi tiga unsur ini menjadi perhatian utama untuk kita semua, “ucapnya.

“Dalam tuntutan seperti ini kita wajib bergerak cepat dan tepat sehingga kita butuh personil yang kiranya mampu mengemban tugas jabatan dan tanggung jawab moral, organisasi publik memerlukan leader yang mampu memberi solusi atas permasalahan yang terjadi bukan pembuat masalah, “tutupnya. (gk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.