Kendaraan Roda Empat Berplat Luar Malut ‘Rugikan’ Halsel Capai Miliaran Rupiah Setiap Tahun

HEADLINE423 Dilihat

BACAN, Rakyatkini.com – Kendaraan roda empat atau mini bus yang beroperasi di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan dengan berplat diluar Maluku Utara nampaknya membawa kerugian untuk daerah cukup besar, bahkan dalam jangka waktu setahun Halmahera Selatan dirugikan hingga miliaran rupiah.

Menurut data dari Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Halmahera Selatan disebutkan, mobil berplat luar yang beroperasi di wilayah Halmahera Selatan baik yang ada di Obi, Bacan dan Gane diidentifikasi lebih dari 100 unit dan rata rata berasal dari Kota Manado Sulawesi Utara. Dengan masih berstatus plat luar daerah Provinsi Maluku Utara, maka dipastikan secara ekonomi sangat merugikan daerah karena belum balik nama. Karena pajak kendaraan yang dibayar disetorkan ke daerah asal Manado bukan ke Halmahera Selatan. Karena pajak kendaraan yang dibayar disetorkan ke alamat asal kendaraan dikeluarkan bukan ke Halmahera Selatan.

“Setiap tahun kita mengalami kerugian hampir Rp 1 Miliar akibat kendaraan roda empat berplat luar Maluku Utara yang  menyetor pajak ke daerah asal.”ujar Kepala UPTD Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Halmahera Selatan, Fikri Abusama kepada wartawan diruang kerjanya Selasa (20/12)

Mantan ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Halmahera Selatan mengatakan, keberadaan kendaraan ber plat dari luar yang beroperasi di daerah menggunakan jalan dan BBM disini secara ekonomi Halmahera Selatan sangat dirugikan karena pajaknya dibayarkan ke daerah asal Manado bukan di Maluku Utara. “Tercatat khusus kendaraan roda 4 berplat Manado Sulut di Halsel mencapai 100 unit lebih, angka itu belum terhitung kendaraan dari daerah lain,” tutur Fikri Abusama.

Fikri juga mengatakan, untuk mengatasi masalah tersebut maka saat ini Samsat Provinsi Maluku Utara telah melakukan koordinasi dengan Samsat wilayah Manado agar dilakukan kerjasama penandatangani MoU  dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, “Sekarang dalam tahap perampungan data supaya ini bisa segera terialisasi kerjasamanya dalam bentuk MoU,” pungkas Fikri. (Tox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *