Bupati Halbar Secara Resmi membuka Acara Rembuk Stunting dan Penobatan Yaya Se Baba Diahi Stunting

HEADLINE201 Dilihat

HALBAR, Rakyatkini.com- Bupati Halmahera Barat (Halbar) secara langsung membuka acara Rembuk Stunting tahun 2022 serta Penobatan Yaya sebaba Baba Diahi Stunting yang di selenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana bersama Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Daerah (BP3D) Kabupaten Halmahera Barat.  Dengan tema” Dalam Upaya Membangun Korodimasi serginitas dan kolaborasi Diahi Stunting.”

Kegiatan ini di pusatkan diaula Bidadari Kantor Bupati Halbar Selasa (26/07).  yang di hadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sahril Abdur Rajak, beserta Asisten, Staf Alih dan seluruh Kela SKPD di lingkup Pemkab Halbar.

Ketua Panitia Kegiatan Hj. Wahnia, ST.MT dikesempatan itu mengatakan, rembuk stunting adalah satu langkah penting dalam delapan aksi konvergensi yang harus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting yang dilakukan bersama-sama OPD dengan penanggung jawab layanan dengan sektor atau lembaga non pemerintah dan masyarakat terlaksana sesuai dengan amanat peraturan yang berlaku.

maksud dan tujuan dalam kegiatan ini yakni, hasil analisis situasi dan rencana rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan tingkat kabupaten terintegrasi, mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi, membangun komitmen publik dalam kegiatan pencegahan penurunan stunting secara terintegrasi.

“Diharapkan pelaksanaan kegiatan rembuk stunting ini diharapkan dapat menciptakan kerja sama lintas sektor di tingkat kabupaten kecamatan dan desa untuk bersama-sama melakukan percepatan penurunan stunting yang terkoordinasi dengan baik.” harapnya

Sementara itu Bupati James Uang di kesempatan itu Mengatakan, saat ini di provinsi Maluku Utara angka prevalensi Stunting pada tahun 2021 tergolong tinggi dimana dari data EPPGBM menunjukan angka 27,5 persen. Sementara itu di kabupaten Halmahera Barat menunjukan angka sebesar EPPGBM 16,8 persen sedangkan dari hasil survei SSGI yaitu sebesar 30 persen.
” Kalau dilihat dari data ini bisa dikatakan masih baik, saat ini Pemerintah Daerah berkomitmen melakukan percepatan dan penurunan Stunting dengan delapan aksi konvergen percepatan pencengahan dan penurunan Stunting terintegrasi sesuai dengan petunjuk teknis yang di keluarkan oleh kementrian Perencanaan dan Pembangunan Nasional.” ungkap Bupati James

Lanjut Bupati, saat ini Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat telah sampai pada aksi yang ketiga yaitu rembuk Stunting dimana meliputi rancangan rencana kegiatan penurunan Stunting terintegrasi dan memastikan terjadinya pelaksanaan intervensi penurunan Stunting secara bersama-sama seluruh komponen msyarakat, Kepala Daerah, DPRD, Instansi Vertikal, SKPD serta lembaga pemerintah lainmya.
” Saya berharap semoga dengan pelaksanaan kegiatan ini dan peran aktif serta sinergitas semua pihak penanganan Stunting, agar mampu mengerjakan dan menguatkan efektifitas pelaksanaan rencana aksi di tingkat kecamatan dalam usaha menekan prevalensi Stunting di Halmahera Barat.” Harap Bupati

Bupati juga mengapresiasi Kepada BP3D dan Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat atas terlaksana kegiatan rembuk ini, semoga dengan pelaksanaan rembuk Stunting akan dapat mempercepat target penurunan Stunting di kabupaten Halmahera Barat serta target Nasional. (man)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *